Ini dia guyonan segar buat khalayak mobile-Netters penikmat pulsa internet gratis, semoga bisa dipetik hikmahnya. Percaya ndak percaya orang Indonesia semuanya kebal ePHK (PHK di dunia Cyber); sebuah fakta, studi kasus Google Adsense (G'A). Sadar nggak sadar, kita-kita yang hidup di bumu Indonesia ini sudah ditakdirkan untuk kebal ePHK lho. Betapa tidak, di Indonesia semuanya serba ada. Coba perhatikan baik-baik di sekeliling kita—dari yang konglomerat hingga yang kongmelarat, dari yang kekenyangan hingga yang kelaparan, dari yang kebanyakan dosa hingga yang sok suci—SEMUANYA ADA DI SINI! Di bumi Indonesia raya tercinta ini. Hanya di Indonesia, bukan yang lain. Maka marilah bersyukur, kita punya tanah air Indonesia (walaupun mungkin kita tak punya "tanah"), karena kita yakin; kelak akan datang saat dimana kebenaranlah yang akan menang (semoga juga berarti kita bakalan punya "tanah", amien). Janganlah mengaku jadi orang Indonesia kalau cuma kena ePHK saja setres jadinya. Orang-orang Indonesia sejati adalah para penayang G'A yang paling "nggak ada matinya" di muka bumi ini, hanya orang Indonesia. Tau kenapa? Karena Indonesia adalah tanah air kita! Negri yang penuh dengan kekayaan alam, kekayaan budaya, kekayaan ini dan itu. Hanya Indonesia, negeri yang penuh dengan warna-warni, yang sangking warna-warni nya hingga semuanya malah jadi susah diatur, sedari jaman poerba doeloe. Karena sangking gregetan-nya, seorang badut nekad berkata,"negara Indonesia itu ibarat baju yang belum jadi. Hanya para badut saja lah yang sudi mengenakannya!". Warna-warni negri kita adalah warna-warni yang paling warna-warni di antara negeri-negeri di jagad nyata ini—bagaikan harta kekayaan Mbah Harto almarhum—sampai tujuh turunan sekalipun nggak bakalan habis tuh warna-warni untuk kita gali topics nya. Oleh karenanya, adalah tabu bagi setiap insan yang mengakui dirinya manusia Indonesia; menyerah tanpa syarat dalam usahanya re-apply for Google Adsense Publisher pasca terkena ePHK, dengan alasan kehabisan fresh topics yang approvable, dan merelakan diri tetap dirundung kesedihan, itu sungguh kebangetan. Jangan menyerah! Coba lagi dan coba lagi, cuma itu kuncinya. Bilamana topic yang satu kena reject, coba topic yang lain. Manakala topic yang lain kena reject, maka coba topic yang ini. Dan jika topic yang ini kok direject juga, maka cobalah topic yang itu. Kalau sudah coba pakai topic yang itu ternyata masih direject juga, maka galilah topics lagi dan lagi, lebih dalam. Demikian seterusnya. Seyogyanya janganlah mengambil topics yang terlalu berat bobotnya, ambillah topics yang asyik-asyik aja gitu; tema "Interview With The Next Noerdin M.Top" atau tema "Sehari Bersama Nyi Roro Kidoel" prospeknya kayaknya masih bagus banget tuh (just kidding!). Carinya nama domain nggak harus yang mahal-mahal, hosting nya pakai yang gratisan saja sudah cukup. Mencantumkan nama sanak famili kita beserta alamatnya—sebagai data aplikasi kita—hendaknya juga jangan sungkan-sungkan, tentunya atas persetujuan yang bersangkutan juga lah. Contohnya saya yang waktu itu; tak terpikirkan sama sekali aplikasi ku bakal diapprove (lagi) sama Google; nama domain yang saya pakai kebetulan adalah nama yang kurang representative (l*r*sgratis.com)—bekas dipakai praktek ecommerce pas zaman kuliah dulu—dengan 000webhost sebagai webhost nya, saya jadikan situs blog yang berjalan diatas Wordpress scripts. Contents cuma tak ambilkan dari khasanah budaya bangsa—Borobudur,Wayang,Keris,Batik—yang adi luhung itu. Dengan "membuka mata lebar-lebar" saya comot raw materials nya satu demi satu dari sana sini, hanya dengan bermodal english skill yang pas-pas-an. Dengan tehnik rewording dan sedikit sentuhan scheduled posting strategy saya sulap konten yang nothing special menjadi konten yang appealing, engaging, and almost original. Alhasil setelah satu bulan lebih sekian hari lamanya berjuang—klimaks dari sebuah kerja keras yang tiada sia-sia—predikat sebagai Google Adsense Publisher telah berhasil saya rebut kembali, akhir Mei 2009. Akhir Mei 2009 itu, petualangan seorang badut cyber bersama G'A baru saja dimulai kembali. And the story goes.

0 komentar:
Kommentar veröffentlichen